ANALISIS TUGAS – IMK

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER
ANALISIS TUGAS

1. Apakah Analisis Task Itu ?
a. Adalah alat bantu yang amat berguna dalam proses awal desain interface dalam interaksi manusia dan computer, yaitu:
1. Menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan desain.
2. Sebagai dasar untuk mengevaluasi desain system
b. Metode untuk menganalisis pekerjaan orang
1. Apa yang orang kerjakan
2. Dengan apa mereka itu bekerja
3. Apa yang harus mereka ketahui
c. Contoh
1.Dalam rangka membersihkan rumah
a. Keluarkan wpenghisap debunya
b. Sesuaikan semua alat yang ditancapkan
c. Bersihkan ruangan
d. Jika kotak debunya sudah penuh dan segala perlatan pembantunya
2.Harus mengetahui tentang : Penghisap debu, alat-alat yang harus ditancapkan, kotak debu, lemari, ruangan, dan lain-lain.
2. Mengapa Mempelajari Analysis Task ?
a. Designer memiliki asumsi yang salah terhadap user dan interface
b. Semua user adalah sama
c. Semua user sama dengan saya
d. Karakteristik user tidak pengaruh pada product
e. Saya dapat mendesain interface yang baik tanpa perlu memahami user.

3. Pendekatan Analisis Task
a. Dekomposisi tugas yaitu Memisahkan tugas kedalam urutan subtugas
b. Teknik berbasis pengetahuan yaitu Apa yang pengguna tahu mengenai suatu tugas dan bagaimana hal tersebut diorganisasikan
c. Analisis berbasis relasi entitas yaitu Relasi antara objek dan aksi dan orang yang melakukannya
d. Metode umum
1. Pengamatan ; Daftar tak terstruktur dari kata-kata dan aksi-aksi
2. Pengorganisasian ; Menggunakan notasi atau diagram
e. Perbedaan dengan teknik lain
-Analisis system
-Focus – desain system
-Analisis tugas ; Focus pengguna
-Medel kognitif
a. Focus – status mental normal
b. Pembutiran – unit tugas praktis
f. Namun demikian
a. Benyak memilih overlap secara umum
b. Perbedaan-perbedaan memiliki perkecualian

4. Informasi yang didapat melalui Analisis Task
a. Tujuan-tujuan user dalam melakukan task/tugas
b. Pola/bentuk work flow
c. Hubungan timbale balik antara objek dan tugas
d. Menggunakan system/aplikasi lain
e. Karakteristik user
5. Metode Analsis Task
a. Task decomposition: suatu task dipecah menjadi sub-task yang berurutan
b. Knowledge based techniques: menekankan pengetahuan dari user tentang objek dan aksi yang dibutuhkan dalam task tersebut
c. Entity-relation based analysis: berdasarkan objek, penekanan pada identifikasi dari entity, relationship dan kegunaannya
1. Task Decomposition
a. Proses dekomposisi (pemecahan suatu task menjadi beberapa sub-task) ini sering juga disebut sebagai Hierarchical Task Analysis (HTA).
b. Hasil output dari HTA ini adalah suatu hierarki dari task dan sub-task dan juga suatu rancangan urutan (plan) dan syarat dari sub-task sub-task tersebut.
2. Knowledge Based Analysis : Knowledge Based Analysis dimulai dengan mengidentifikasikan semua objek dan aksi yang terlibat dalam task, dan kemudian mengembangkan suatu taxonomi dari semuanya. Hal ini mirip dengan taxonomi dari cabang ilmu biologi (klasifikasi hewan/tumbuhan).
3. Entity-relation Based Analysis ; Often list attributes, actions of objects

6. Model Analisis Task
1. GOMS (Goals, Operators, Methods and Selection)
a. Goals adalah tujuan dari user, menerangkan apa yang hendak dicapai oleh user. Dalam GOMS, goals ini dipakai sebagai pedoman untuk user untuk mengevaluasi apa yang hendak dicapai (tujuannya) dan untuk titik tolak dimana user harus kembali jika terjadi error dalam proses desain.
b. Operators, Ini adalah level terendah dari analisa. Operators adalah kegiatan dasar yang harus dilakukan oleh user untuk menggunakan sistem. Operators bisa mempengaruhi sistem (misalnya, tekan tombol ‘x’) atau hanya mental state dari user (misalnya, baca dialogue box).
c. Method, Ada beberapa cara untuk mendekomposisi suatu goal menjadi sub-goals. Misalnya dalam suatu window manager, sebuah window bisa ditutup menjadi icon dengan dua cara, yaitu dengan memilih option ‘close’ dari pop-up menu atau dengan menekan kombinasi tombol Alt-F4. Dalam GOMS, kedua dekomposisi dari goal tersebut dikenal dengan istilah method, dimana dalam contoh diatas adalah CLOSE-METHOD dan Alt-F4 METHOD.
d. Selection, Dari contoh diatas, kita bisa melihat pemakaian kata ‘select’ pada saat memilih method. GOMS tidak hanya menggunakan pilihan acak, tapi juga berusaha untuk memperkirakan method apa yang hendak digunakan. Hal ini bergantung pada user dan state dari sistem, juga detail dari goal. Misalnya, user Amrozy tidak pernah menggunakan Alt-F4 method kecuali untuk game Solitaire, dimana mouse terus digunakan sampai suatu tombol key ditekan. GOMS memakai keadaan diatas sebagai suatu aturan selection untuk Amrozy.
2. KLM (Keystroke Level Model)
1. KLM ditujukan untuk suatu unit tugas dalam interaksi, misalnya, eksekusi dari beberapa perintah sederhana yang tidak lebih dari 20 detik. Contohnya adalah perintah search and replace, atau mengubah jenis huruf (font) dari suatu kata
2. KLM mengasumsikan bahwa suatu tugas yang kompleks harus sudah di pecah-pecah menjadi tugas yang lebih sederhana (seperti dalam GOMS) sebelum user berupaya untuk mengekspresikannya dalam suatu model

Referensi :

http://staffsite.gunadarma.ac.id

http://search.4shared.com/q/10/interaksi%20manusia%20dan%20komputer

http://www.google.com

About these ads
Perihal

I'm a student at gunadarma university.

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated
Arsip
Kategori
  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: